Contoh Teks Editorial

Contoh Teks Editorial

Contoh Teks Editorial – Teks editorial (opini) adalah artikel yang merepresentasikan pendapat sebuah surat kabar mengenai suatu isu tertentu. Pendapat yang disampaikan merupakan suara mayoritas dari tim editorial, yaitu para pimpinan dan editor di surat kabar tersebut.

Dalam keseharian dapat ditemukan banyak contoh teks editorial ini, karena surat kabar bukanlah lagi barang langka. Terlebih dengan berkembangnya teknologi internet seperti sekarang ini. Bisa dikatakan, contoh teks editorial adalah ibarat pengacara yang membangun argumentasi untuk mempengaruhi pikiran pembaca.

Karena memang dimaksudkan untuk mempengaruhi pendapat khalayak, menyebarkan pemahaman tertentu, dan terkadang bahkan bisa menggerakkan orang pada masalah-masalah tertentu. Dengan kata lain, teks editorial ini merupakan berita yang memiliki keberpihakan pada opini tertentu.


Tujuan Teks Editorial

Contoh Teks Editorial

Adapun tujuan dari teks editorial adalah untuk mengajak pembaca ikut memikirkan mengenai isu yang tengah hangat di tengah masyarakat. Serta memberikan pandangan terhadap pembaca mengenai masalah yang tengah berkembang tersebut. Keberadaan teks editorial turut membentuk masyarakat yang kritis dan pemikir.


Jenis Dan Contoh Teks Editorial

Terdapat berbagai jenis teks editorial yang dibedakan berdasarkan niat dari penulis dalam menuliskan artikel. Dikenal ada empat jenis contoh teks editorial, di antaranya yaitu:


1. Contoh Teks Editorial Penjelasan


Teks Editorial Penjelasan
Teks editorial jenis ini adalah yang paling banyak digunakan. Khususnya pada saat membahas isu sensitif dan kontroversional. Berisi penjelasan mengenai masalah yang diangkat dan mengarahkan pembaca untuk menerima pemahaman penulis terhadap masalah tersebut.

Di bawah ini adalah contoh teks editorial penjelasan dengan artikel berjudul ‘Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan’ yang ditulis oleh anonim. Adanya perubahan redaksi dalam artikel bukan bertujuan untuk merubah makna yang ingin disampaikan oleh penulis asli.

Pembukaan

Pendidikan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan merupakan kunci dari kemajuan suatu bangsa. Semua orang pasti menyadari bahwa pendidikan yang berkualitas dapat meningkatkan peluang dalam menjadikan bangsa ini sejajar dengan negara-negara yang telah dicap maju. Akan tetapi, nyatanya kualitas pendidikan di sini belumlah begitu bagus dibandingkan dengan negara lain.

Lembaga pendidikan mengupayakan banyak cara untuk mencetak lulusan yang berkualitas demi mengantisipasi terhadap perubahan dan tantangan yang kian sulit. Namun keberhasilannya juga dipengaruhi oleh berbagai kondisi.

Untuk mencapai keberhasilan dalam meningkatkan mutu pendidikan, perlu dilakukan beragam upaya secara sungguh-sungguh. Dan mencari solusi permasalahan yang mungkin nanti akan dihadapi.

Argumen 1: pendapat

Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan sangatlah penting untuk menjawab tantangan globalisasi, kemajuan IPTEK, dan pergerakan masif para tenaga ahli. Lembaga pendidikan dituntut untuk bisa mencetak orang-orang terdidik yang berkualitas karena sengitnya persaingan antar bangsa. Sehingga memiliki keahlian dalam kompetensi profesional serta siap untuk menghadapi kompetisi global.

Argumen 2: pendapat

Pada era teknologi seperti sekarang ini, guru bukanlah satu-satunya sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Peran guru telah bergeser menjadi motivator, fasilitator, juga dinamisator. Keberadaan teknologi internet membuat banyak sumber yang bisa dijadikan sebagai materi pembelajaran.

Kesimpulan

Dalam kondisi seperti inilah, peran guru sebagai pendidik terasa sangat besar dan tak tergantikan. Karenanya perlu melakukan peran secara lebih efektif, sehingga diperlukan peningkatan langkah dan usaha yang jelas serta tepat sasaran.

Beberapa usaha dalam meningkatkan kualitas pendidikan menjadi tantangan besar yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan harus segera diselesaikan.


2. Contoh Teks Editorial Kritik


Teks Editorial Kritik
Jenis teks editorial ini menyampaikan kritik terhadap sebuah fenomena yang marak terjadi di tengah masyarakat. Namun tidak hanya kritik semata, melainkan juga mencoba untuk memberikan solusi. Meskipun solusi yang diberikan bukanlah apa yang ingin tersampaikan kepada pembaca, melainkan masalah yang dikritik.

Contoh teks editorial kritik berikut adalah artikel anonim berjudul ‘Pendidikan Hanya Menghasilkan Orang Pintar, Bukan Terdidik’. Artikel mengalami sedikit perubahan dari tulisan aslinya tanpa merubah makna yang coba disampaikan.

Pembukaan

Zaman sekarang banyak hal memalukan yang terjadi di negara ini seperti korupsi, suap, dan sebagainya. Anehnya, pelaku kejahatan tersebut adalah orang pintar yang namanya berekor gelar dari universitas terkenal.

Memandang fenomena yang terjadi, agaknya ada yang salah dengan pola pendidikan formal di sini dan harusnya sudah ada kajian ulang. Pola pendidikan terlalu menekankan pada ilmu duniawi semata. Yang menghasilkan orang pintar, namun tidak terdidik ataupun memiliki budi pekerti baik.

Argumen 1: Pendapat

Akibatnya orang pintar justru menjadi jahat, bersikap seperti maling, menindas kaum lemah. Padahal harusnya merekalah yang menjadi penolong dan pemimpin yang dapat memberikan manfaat bagi umat.

Argumen 2: Fakta

Banyak orang terhormat di negara ini yang tertangkap basah melakukan tindak korupsi ataupun penyuapan. Bahkan mereka yang bergelar pendidikan tinggi dan mengaku sebagai alim ulama, tetapi bertindak memalukan dan merugikan sesama.

Argumen 3: Fakta

Bahkan banyak yang melakukan kejahatan ini secara berjamaah, bersama dengan teman sejawat yang katanya juga terhormat. Mirisnya, kala ditangkap oleh pihak berwajib, tetap saja memasang wajah tanpa dosa dan sanggup menebar senyum. Seolah tak miliki rasa bersalah dan justru senang dengan apa yang telah diperbuat.

Argumen 4: Sindiran

Apa mereka tidak tahu dan tak ada yang pernah mengajari bahwa memakan uang yang bukan haknya adalah perbuatan dosa dan haram hukumnya?

Kesimpulan

Memang mereka sudah kehilangan akal dan tak lagi memiliki urat malu. Karenanya sangat perlu untuk memperbaiki sistem pendidikan formal yang tak hanya mementingkan hasil. Melainkan juga proses agar dapat mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak baik.


3. Contoh Teks Editorial Persuasi


Teks Editorial Persuasi
Tujuan dari teks editorial persuasi ini adalah untuk mempengaruhi pembaca untuk setuju dengan opini yang disampaikan dalam artikel. Tujuannya adalah agar segera ditemukan penyelesaian dari masalah yang dipaparkan dan tidak secara khusus menyoroti masalah tersebut. Sejak dari paragraf pertama, pembaca akan diarahkan pada opini penulis.

Berikut ini adalah contoh teks editorial persuasi yang ditulis oleh anonim berjudul ‘Perlukah Ujian Online Diadakan?’ Terdapat perbedaan redaksional dibandingkan dengan tulisan asli, namun tidak ada maksud untuk merubah makna yang ingin disampaikan.

Pembukaan

Beberapa bulan lagi Ujian Nasional akan dilaksanakan dari tingkat SD hingga SMA. Dan Kemendikbud menambah satu aturan baru, yakni pelaksanaan Ujian Nasional secara online di beberapa sekolah.

Dilihat dari keadaan dan situasi di lapangan pada saat ini, rencana ini rasanya belum tepat dan perlu dipertimbangan kembali. Karena masalah mendasar seperti belum meratanya tingkat pengadaan sarana dan prasarana serta kurangnya tenaga ahli di beberapa sekolah. Khususnya yang berada jauh dari Ibukota.

Argumen 1: Fakta

Meskipun niat yang mendasari adalah baik, namun ketidaksiapan daerah menjadi kendala. Jika pelaksanaan Ujian Nasional Online tetap diselenggarakan, beberapa sekolah akan mengalami kesulitan. Dikarenakan kurangnya sarana komputer serta belum optimalnya jaringan prasarana yang memadai seperti akses internet dan listrik.

Argumen 2: Pendapat

Bayangkan saja, jika sebuah sekolah memiliki 250 siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional, maka berapa jumlah komputer yang dibutuhkan? Bukan jumlah yang sedikit. Dan bila tetap diselenggarakan, solusi termudah adalah dengan mengunakan komputer secara bergiliran. Padahal hal ini rentan terhadap munculnya kecurangan dalam Ujian Nasional.

Argumen 3: Pendapat

Selain itu, ada beberapa hal yang menjadi masalah dalam beberapa sekolah seperti kurangnya tenaga ahli. Karena pasti beberapa sekolah akan merasa bingung mengenai sistem pelaksanaan karena tidak mengetahui prosedurnya.

Kesimpulan

Sudah semestinya, bila pemerintah ingin melaksanakan Ujian Nasional secara online, pemerintah harus menjamin ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung. Serta tidak perlu terburu-buru untuk mewujudkan pelaksanaan program ini.

Pemerintah juga harus melakukan sosialisasi secara langsung ke sekolah-sekolah di daerah sebelum pelaksanaan Ujian Nasional. Hal ini untuk mencegah timbulnya masalah seperti yang telah diuraikan di atas.


4. Contoh Teks Editorial Pujian


Teks Editorial Pujian
Artikel ditulis untuk memberikan pujian pada seseorang atau instansi. Jenis ini dapat dibilang jarang ditemui dan cukup langka. Berikut ini merupakan contoh teks editorial yang dimuat pada rubik Opini di harian Jawa Pos Radar Bromo edisi Minggu, 18 November 2018. Opini ditulis oleh Masbahur Rizqi dengan judul ‘Catatan SKD CPNS 2018’.

catatan: artikel mengalami sedikit perubahan redaksional tanpa merubah makna dari penulis asli.

Pembukaan

Penyelenggaraan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 telah berakhir. Hampir semua instansi pemerintahan, pusat dan daerah, telah melaksanakan SKD. Hasilnya pun banyak yang telah diumumkan.

Panitia seleksi mulai berbenah dan melangkah ke tahap selanjutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Namun, ada banyak catatan berwarna pada perhelatan SKD CPNS 2018 ini.

Ya, penulis mengistilahkan catatan berwarna pada SKD CPNS kali ini. Banyak hal yang telah terjadi serta dapat diambil hikmahnya. Tentunya di sini penulis enggan untuk terlibat dalam perdebatan mengenai kelayakan nilai passing grade yang disyaratkan. Biarlah pemerintah yang akan mengurus hal itu dan memutuskan apa yang terbaik bagi semua pihak.

Sebagai salah satu pejuang CPNS, penulis memperoleh pengalaman berwarna mengiringi perjalanan menuju SKD. Dimulai dengan proses pendaftaran yang serba online via website SSCN BKN, hingga hari pelaksanaan SKD. Di setiap tahapan ada saja nilai yang bisa diambil. Lalu apa saja warna yang penulis maksud itu?

Argumentasi 1: Fakta

Pertama, forum diskusi terbentuk di media sosial WhatsApp dan Twitter. Khusus untuk WhatsApp, grup alumnus S-1 dari PT yang paling aktif. Semua orang saling berbagi contoh soal, informasi mengenai persyaratan administratif, hingga bergantian memberi motivasi.

Saban harinya grup tak pernah sepi. Saling tukar pendapat juga dilakukan jika ada yang mengajukan pertanyaan. Tali silaturrahim yang sempat mengendur pun kembali diperkencang dengan perhelatan CPNS 2018 ini.

Sementara itu, di Twitter pun tak kalah aktif. Terlebih tim humas dari BKN (Badan Kepegawaian Nasional) dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) sangat kooperatif dalam memberikan informasi melalui media sosial ini. Twitter pun menjadi media yang mewadahi forum diskusi antara pelamar dengan BKN dan BKD.

Banyak yang merasa terbantu dengan penjelasan dan informasi yang dibagikan melalui akun Twitter BKN dan BKD masing-masing. Komunikasi dapat terjalin tanpa harus jauh-jauh mendatangi kantor yang bersangkutan. Sarana teknologi informasi sukses menjadi penyampai informasi kepada para pelamar.

Argumentasi 2: Fakta

Kedua, sistem transparansi nilai yang diterapkan pada penyelenggaran SKD CPNS 2018. Tingkat transparansi meningkat pesat. Jika pada 2014 lalu peserta tes hanya bisa mengetahui nilainya sendiri selesainya ujian, kini nilai seluruh peserta bisa diperiksa. Karena sebagian besar BKD mengunggah seluruh nilai yang diperoleh para peserta SKD pada website masing-masing.

Sehingga, setiap peserta dapat dengan mudah mengetahui semua yang mengikuti tes hanya dengan mengunduh dokumen rekapitulasi nilai. Contohnya saja BKD Provinsi Jawa Timur, sebagai salah satu yang paling cepat dan transparan dalam mengunggah hasil nilai SKD. Nilai sudah dapat di unduh dan dilihat sehari setelah tes dilaksanakan.

Argumentasi 3: Fakta

Ketiga, soal-soal yang dipertanyakan pada SKD tahun ini menggunakan tipe soal Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (High Order Thinking Skill, HQTS). Sehingga sebagian besar soal menguji kemampuan berpikir praktis, bukannya daya ingat.

Peserta tes diminta untuk mengimplementasikan keterampilan nalar dalam menyelesaikan soal. Mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), ataupun Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Jauh berbeda dengan 2014 silam yang lebih mengandalkan hafalan.

Misalnya saja soal TWK. Pada tahun 2014 lalu banyak soal terkait siapa nama penemu teori kebangsaan serta nama tokoh bangsa. Pada SKD kali ini pertanyaan lebih menjurus pada penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan, nalar kritis peserta diuji pada soal yang menanyakan bagaimana penerapan Pancasila pada Kongres Pemuda II (lahirnya Sumpah Pemuda). Padahal, kala itu Pancasila sama sekali belum dikenal. Peserta ditantang untuk menginterpretasikan nilai Pancasila yang terkandung dalam kongres.

Sementara itu soal TKP memiliki pilihan jawaban untuk menggali idealism pribadi peserta tes. Khususnya dalam hal pelayanan publik. Sampai sejauh mana peserta dapat menyikapi serta mengkritisi kemungkinan-kemungkinan yang umumnya ditemui dalam pelayanan publik.

Tidak ada pilihan jawaban negatif, semua jawaban bernada positif. Peserta ditantang bernalar untuk menganalisa satu per satu jawaban mana yang paling sesuai dengan jiwa PNS.

Argumentasi 4: Fakta

Keempat, timbulnya perasaan senasib sepenanggungan antar peserta SKD CPNS 2018. Ada kisah menarik kala seorang peserta rela meminjamkan baju putihnya pada peserta lain yang salah berpakaian. Padahal keduanya tidak saling kenal sebelumnya.

Penulis sendiri memiliki pengalaman pada SKD di Provinsi Jatim. Penulis yang tidak tahu bahwa peserta sesi I telah mendapatkan panggilan masuk. Untungnya, salah seorang peserta lain yang berasal dari Bojonegoro mengingatkan sehingga penulis bisa segera menyusul masuk.

Kesimpulan

Kelima, seleksi CPNS kali ini menunjukkan pelayanan yang prima dari BKN dan BKD. Lembaga yang berada dalam satu payung ini berlomba untuk memberikan pelayanan yang paling maksimal. Khususnya melalui akun media sosial.

Selain itu, kala pelaksanaan SKD sarana dan prasarana pun berusaha dipenuhi sebaik mungkin. Mulai dari tempat penitipan barang (tas), sampai disediakannya air mineral. Dan semuanya menjadi cacatan yang penuh warna pada SKD CPNS tahun 2018.


Manfaat Teks Editorial

Secara umum teks editorial memberikan manfaat secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung, keberadaan teks editorial yang dimuat sebagai tajuk rencana memberikan informasi.

Kepada pembaca dan merangsang pembaca untuk ikut berpikir kritis dan secara tidak langsung, sebuah teks editorial dapat menggerakkan pembaca untuk bertindak secara nyata, tidak hanya berhenti pada berpikir belaka.


Fungsi Teks Editorial

Contoh Teks Editorial

Teks editorial sebagai sebuah opini sering dijadikan sebagai tajuk rencana dalam surat kabar. Terdapat dua artikel opini yang sering ditemui, yaitu yang dituliskan oleh salah seorang dari tim editorial surat kabar atau majalah. Dan yang kedua adalah artikel yang ditulis oleh penulis lepas. Adapun beberapa fungsi dari teks editorial, di antaranya:

  • Fungsi secara umum adalah untuk memberitakan sebuah berita mengenai masalah yang tengah terjadi serta akibatnya kepada masyarakat umum sebagai pembaca.
  • Mengisi latar belakang dari sebuah berita terhadap kenyataan apa yang tengah terjadi di tengah-tengah sosial masyarakat. Serta faktor apa saja yang mempengaruhinya dan dijelaskan secara menyeluruh.
  • Terkadang teks editorial menyertakan analisis kondisi atas kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi. Sehingga dapat menyiapkan masyarakat terhadap berbagai kemungkinan.
  • Melanjutkan penilaian moral dari berita yang diberitakan tersebut.

Ciri-Ciri Teks Editorial

Contoh Teks Editorial

Contoh teks editorial sangat mudah dibedakan dengan jenis teks lainnya. Utamanya karena artikel menjurus pada satu opini tertentu pada suatu kajian masalah yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat. Berikut ini adalah ciri-ciri dari teks editorial:

  • Sama halnya seperti jenis artikel berita lain, teks editorial memiliki pembukaan atau perkenalan tentang isu yang dibahas, isi berupa argumentasi, dan kesimpulan.
  • Penjelasan secara obyektif (logis) mengenai isu yang menjadi bahasan, terlebih jika isu tersebut memiliki kompleksitas tinggi.
  • Terdapat urutan waktu layaknya sebuah artikel berita, berupa kronologi kejadian secara sistematis.
  • Menyampaikan pendapat-pendapat yang bertentangan dengan arah opini yang dituliskan dalam artikel.
  • Opini penulis disampaikan secara profesional, dengan mengedepankan proses susunan redaksi yang sesuai. Tanpa mencampuradukkan perasaan pribadi si penulis dan tidak menghina pihak lain ataupun menyulut emosi.
  • Memberikan solusi alternatif bagi masalah yang tengah dikritisi. Pada dasarnya semua orang bisa saja menyampaikan pendapat mengenai masalah tersebut. Namun hanya penulis artikel opini yang baiklah yang akan memberikan solusi atas kritik yang disampaikan.
  • Kesimpulan yang tegas dan utuh, mampu merangkum semua pendapat yang disampaikan penulis dalam artikel.
  • Karena ditulis dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, dan jelas sehingga menarik untuk dibaca.

Struktur Teks Editorial

Contoh Teks Editorial

Pada dasarnya struktur contoh teks editorial sama seperti struktur pada teks eksposisi. Ini dikarenakan keduanya merupakan jenis artikel berita yang berisi penjelasan mengenai sesuatu. Terdapat tiga struktur dalam teks editorial, yaitu:

1. Tesis Pernyataan Pendapat

Merupakan bagian pembuka, di mana penulis memperkenalkan kembali masalah yang diangkat. Termasuk memberikan arah pandangan yang dimiliki oleh penulis terhadap masalah tersebut. Pendapat akan diperkuat dengan dasar-dasar teori serta argumen.

Bagian ini bertujuan untuk mengarahkan fokus pembaca pada masalah yang dibahas. Dengan perlahan membangun opini dan mengarahkan pembaca untuk mengikuti alur pikiran penulis. Teori-teori mengenai masalah dipaparkan secara lugas dan disisipi dengan argumentasi-argumentasi yang seolah semakin memperkuat teori.

2. Argumentasi

Merupakan nyawa utama dari sebuah contoh teks editorial. Berisi tentang alasan serta bukti-bukti konkrit yang semakin memperkuat tesis (bagian pembuka). Bukti yang dipaparkan adalah untuk memperkuat opini yang disampaikan. Terkadang menyertakan pula pendapat yang berlawanan, namun akan disanggah dengan fakta dan data yang lebih riil.

Argumentasi sering diartikan sebagai bentuk sanggahan terhadap suatu pendapat. Akan tetapi arti argumentasi lebih dari itu. Bisa berbentuk pernyataan umum dan menyajikan data dari hasil penelitian. Atau bisa pula menyampaikan pendapat para ahli serta memaparkan fakta-fakta dengan sumber yang dapat dipercaya.

3. Kesimpulan

Kesimpulan berisikan penegasan ulang opini yang disampaikan oleh penulis melalui artikelnya. Menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Disajikan pula dengan fakta dan data yang telah dipaparkan sebelumnya. Berperan sebagai sebuah pukulan akhir dari penulis dalam membentuk opini pembaca.


Hal Perlu Diperhatikan Dalam Menulis Contoh Teks Editorial

Contoh Teks Editorial

Sebagaimana menuliskan bentuk teks artikel yang lainnya, dalam menulis contoh teks editorial pun memiliki beberapa kecenderungan tersendiri. Ini dimaksudkan agar tujuan dari teks editorial yang dituliskan tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menuliskan teks editorial:

  • Pilih topik yang sedang menjadi perbincangan hangat dan banyak diberitakan, sehingga akan menarik perhatian pembaca.
  • Lakukan riset, kumpulkan fakta, data, serta pendapat yang bertentangan sebagai bahan tulisan.
  • Tuliskan pendapat dalam bentuk hipotesa singkat.
  • Jelaskan isu yang diangkat secara obyektif sebagaimana layaknya seorang jurnalis dan jelaskan kenapa masalah tersebut sangat penting.
  • Sebelum memperdalam pendapat pribadi, sebaiknya dalami pendapat yang bertentangan dan cari tahu fakta serta data yang mendukung.
  • Sanggah pendapat yang bertentangan tersebut dengan menggunakan fakta yang dilengkapi data-data mendetail hingga pendapat para ahli. Telanjangi pendapat yang bertentangan itu satu per satu tanpa kalimat yang menyudutkan atau menjatuhkan.
  • Karena pendapat yang bertentangan juga memiliki data dan fakta tersendiri, berbesar hatilah dan akui itu. Dengan demikian penulis akan terkesan semakin rasional.
  • Ulangi kalimat-kalimat kunci sehingga bisa meresap masuk ke dalam benak pembaca dan akan setuju dengan apa yang telah dituliskan.
  • Berikan solusi yang realistis pada masalah yang sudah menjadi rahasia umum. Arahkan pembaca untuk memberikan reaksi proaktif terhadap masalah tersebut.
  • Rangkum dalam kesimpulan yang menyebutkan ulang hipotesis yang disampaikan dalam bagian pembukaan.
  • Pastikan untuk tidak lebih dari 500 kata. Artikel opini yang terlalu panjang akan menurunkan niat pembaca untuk membacanya.

Tata Bahasa Dalam Teks Editorial

Contoh Teks Editorial

Ada tata bahasa khusus yang perlu diperhatikan dalam menulis sebuah contoh teks editorial. Terdapat lima kaidah kebahasaan yang perlu dicantumkan pada teks editorial. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Adverbia, yaitu bertujuan agar pembaca memiliki keyakinan pada apa yang dibaca. Penegasan dilakukan dengan menggunakan kata keterangan (adverbial frekuentatif). Biasanya kata yang sering digunakan seperti: selalu, biasanya, seringkali, kadang-kadang, sebagian besar, waktu, jarang, dan sebagainya.
  • Konjungsi, merupakan kata penghubung antar kalimat. Contoh kata konjungsi yang paling sering digunakan adalah bahkan, karenanya, oleh sebab itu,dan sebagainya.
  • Verba material, yakni verba atau kata kerja yang menunjukkan perbuatan fisik atau suatu peristiwa. Menunjukkan bahwa apa yang disampaikan merupakan fakta yang benar-benar terjadi.
  • Verba rasional, adalah kata kerja yang menunjukkan adanya hubungan intensitas (pengertian A merupakan B) dan milik (mengandung pengertian A berarti memiliki B).
  • Verba mental, ialah kata kerja yang menerangkan persepsi (seperti melihat dan merasa), afeksi (misal merasa suka, khawatir), dan kognisi (contohnya berpikir dan mengerti). Ciri dari verba mental yaitu adanya partisipasi dari alat pengindra (senser) dan fenomena.

Menuliskan sebuah contoh teks editorial dan mengirimkannya pada rubik opini suatu surat kabar atau majalah bukanlah perkara mudah yang bisa dilakukan oleh setiap orang.

Meskipun memiliki pemikiran kritis dan mempunyai gagasan mengenai solusi akan suatu masalah yang tengah hangat. Butuh keberanian besar untuk bisa menyampaikan pendapat kepada khalayak.

Akan tetapi, keberadaan contoh teks editorial yang sangatlah membantu. Khususnya dalam membentuk masyarakat yang mau berpikir kritis serta tanggap terhadap apa yang tengah terjadi saat ini.

Walau demikian, tak selalu opini yang disampaikan melalui teks editorial bisa diterima oleh akal nalar pembaca. Ada kalanya penulis tidak memperhatikan kemajemukan kondisi pembaca dan berakhir dengan urusan hingga ke pengadilan karena ada yang tidak terima dengan opini yang dikemukakan.

Contoh Teks Editorial

Contoh Teks Ulasan

Kartika Aryani
11 min read

Contoh Teks Prosedur

Kartika Aryani
11 min read